Shalat itu bisa Qada’ lho! *)

*) syarat dan ketentuan berlaku…🙂

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillah, di malam yang cerah ini saya bisa berbagi lagi.
Kebetulan lagi cari-cari informasi di internet, ada artikel yang membahas shalat. Ada seseorang yang nanya, dia pas hari pertama puasa lupa tidak shalat dzuhur, apakah batal puasanya?

Beginilah selengkapnya jawaban dari Ust. H. Zulhamdi M. Saad, Lc

Shalat lima waktu dan puasa adalah sama-sama merupakan kewajiban bagi seorang Muslim untuk dilaksanakan dengan penuh ketaatan. Jika puasa Anda memenuhi syarat dan rukunnya, maka puasa Anda tetap sah, namun Anda juga telah berdosa karena meninggalkan kewajiban sholat, sedangkan meninggalkan sholat termasuk dosa besar.

Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama mengqadha (mengganti) sholat yang ketinggalan baik secara disengaja maupun tidak sengaja hukumnya adalah wajib, dan hendaklah sholatnya diganti dengan segera, sebagaimana yang disampaikan oleh Mazhab yang 4 yaitu: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Ahmad dan Imam Syafi’i.

Berikut di antara dalil tentang mengqadha sholat:

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata. ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berrsabda, “Barangsiapa lupa mengerjakan shalat, hendaklah dia mengerjakannya ketika mengingatnya, tiada kafarat baginya kecuali yang demikian itu”. Lalu beliau membaca firman Allah. “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”. (HR al-Khamsah/Lima imam hadis).

Dalam riwayat Muslim disebutkan. “Barangsiapa lupa shalat atau tertidur sehingga tidak mengerjakannya, maka kafaratnya ialah mengerjakannya selagi ia mengingatnya”.

Dari dalil di atas Para Ulama yang mewajibkan qadha sholat mengatakan bahwa: Diwajibkan atas orang yang lupa dan tertidur untuk mengqadha (mengganti) sholatnya, yang mana kedua orang tersebut dima’afkan dosanya karena mereka lupa dan tertidur, maka kewajibannya atas orang yang lalai karena kesengajaan atau karena menundanya mereka jauh lebih layak untuk mengqadhanya. Dan hendaklah juga ia bertobat dari hal tersebut karena telah melalaikan sholatnya.

Makna Kafarat yang disebutkan dalam hadits di atas adalah bukan karena dosa yang dilakukan, tapi makna kafarat di sini adalah bahwa karena meninggalkan shalat itu dia tidak bisa menggantikannya dengan yang lainnya, seperti memberi makan, memerdekakan budak atau ketaatan lainnya. Akan tetapi dia tetap harus mengerjakan shalat itu.

Maka Anda mempunyai kewajiban untuk mengqadha (mengganti) sholat zhuhur yang anda tinggalkan karena kelalaian anda tersebut dengan segera.

Wallahu a’lam bishowab.

Nah, begitu teman-teman. Jadi kalau kita lupa sahalat, seketika inget maka segeralah mengganti shalat yang telah tertinggal, karena memang hukumnya adalah Wajib. Jangan lupa untuk memohon ampun juga kepada Sang Khalik, Allah SWT. Semoga kita diampuni dan diterima shalatnya.
Aamiin.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s